Bencana merupakan hal yang dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dapat terjadi terhadap siapa saja. Sering kali bencana menimbulkan korban yang sangat banyak, bukan dikarenakan karena seberapa besar bencana tersebut, namun dikarenakan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan sebelum bencana, saat bencana, dan setelah bencana.
Saat ini masyarakat mulai sadar pentingnya penanggulangan bencana dengan sudah adanya pengembangan - pengembangan dari berbagai aspek.
1. Regulasi
Undang - undang tentang penanggulangan bencana baru dibuat setelah adanya tsunami Aceh (2004) dan gempa Jogja (2006). Menurut UU No. 24/2007 pengertian bencana adalah
“Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yg disebabkan, baik faktor alam, non alam maupun manusia, sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis”.
Undang - undang tersebut juga merubah paradigma manajemen bencana dari
“Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yg disebabkan, baik faktor alam, non alam maupun manusia, sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis”.
Undang - undang tersebut juga merubah paradigma manajemen bencana dari
"Incidental – Focus on Emergency Response - Sectored" menjadi "Comprehensive – Anticipative – Integrated".
UU No. 24/2007 juga mengatur tentang SISTEM NASIONAL MANAJEMEN /
PENAGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA yang terdiri dari :
- Legislasi
- Kelembagaan
- Pendanaan
- PerencanaanIPTEK(S)
- Penyelenggaraan
2. Teknologi
Teknologi merupakan hal yang tidak kalah penting dalam penanggulangan bencana. Dengan teknologi kegiatan prabencana, saat bencana, dan pascabencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Pengembangan teknologi saat ini yang sudah dimulai yaitu,
- Big data
- Dengan big data semua informasi yang ada dapat diolah dan dianalisis menjadi diagram - diagram yang mudah dipahami yang mempermudah pengambilan keputusan dalam penanggulangan bencana.
- Radar, beberapa contoh radar antara lain :
- Marine Navigation Radar
- Ground Penetrating Radar
- Radar Cuaca non Polarimetric
- Surveillance Radar
3. Akademisi
Dalam bidang akademik, penanggulangan bencana di terapkan di berbagai bidang ilmu. Untuk bidang IT sendiri, mahasiswa diharapkan dapat mempunyai wawasan, serta
mampu mengembangkan solusi TI untuk manajemen bencana, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait pemanfaatan TI untuk manajemen bencana dengan cara antara lain membuat web, aplikasi dekstop, atau aplikasi mobile yang dapat membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana baik itu prabencana, saat bencana (tanggap darurat), maupun pascabencana.
mampu mengembangkan solusi TI untuk manajemen bencana, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait pemanfaatan TI untuk manajemen bencana dengan cara antara lain membuat web, aplikasi dekstop, atau aplikasi mobile yang dapat membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana baik itu prabencana, saat bencana (tanggap darurat), maupun pascabencana.
Beberapa ide aplikasi yang dapat dibuat antara lain :
Prabencana
- Manajemen program siaga bencana daerah
- Portal edukasi kesiapsiagaan bencana
- Portal evaluasi desa tangguh bencana
- Pendataan relawan berkompetensi
- Pelaporan lokasi rawan bencana oleh masyarakat
Tanggap Darurat
- Distribusi logistik pengungsi bencana
- Jemput bantuan bagi korban bencana
- Pengelolaan tim penanggulangan krisis bencana
- Pemetaan triase korban bencana
Pascabencana
- Pendataan kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar